Kembali lagi bersama maharanidiyan666.
Setelah sekian lama aku gak
ngunjungi laman ini, sekarang udah kangen lagi. Sebenernya udah lama pengen
nulis lagi, tapi situasi dan kondisi yang gak ngedukung buat nulis di blog ini
kemarin-kemarin.
![]() |
| Illustrated from Joyoboyo |
Curhat section aku buka lagi. Tapi,
ini aku nulisin apa yang udah dicurhatin siswaku ke aku. Mungkin ada yang belum
tahu kalau aku juga mengais rezeki sebagai guru les privat di salah satu rumah
siswa sekolah dasar di Surabaya.
Kenapa aku menuliskan cerita
seperti ini lagi? Ya, tentu saja aku prihatin dengan kondisi siswaku yang aku
rasa masih butuh dampingan orang tua di setiap kondisinya. Why am I saying
about that? Ketahuilah wahai para calon Papa dan Mama maupun yang sudah menjadi
Papa dan Mama. Meskipun anak tidak pernah mengungkapkan kesedihan mereka di
depan kalian, sesungguhnya mereka sangat bersedih dengan keadaan yang mereka
alami. Kesibukan kerja bukan alasan bagi kalian untuk meninggalkan tanggung
jawab untuk menemani anak bermain ataupun hanya sekedar bercengkerama di depan
tv atau di meja makan. Apalagi kalau si anak berumur 5-12 tahun. Di situlah
masa mereka membentuk karakter, mencari jati diri, dan mencari solusi dengan
cara yang tepat untuk setiap masalah mereka. Apakah kalian para Papa dan Mama
akan membiarkan anak kalian terpuruk dengan kesendiriannya dan menyepelekan
masalah yang mereka hadapi?
Jangankan membahas masalah yang
mereka hadapi, menemani dan mengajari pelajaran yang dianggap sulit untuk anak
saja, kalian mengandalkan guru les privat. It’s a simple problem, Sir. But, a
few minutes from you is more important than they are study hard with their
private teacher. You must know about it. Jangan salahkan kids jaman now yang
ngertinya cuma gimana caranya jadi anak hits. Ini juga tugas Papa dan Mama
untuk mendidik anak bagaimana cara mereka memprioritaskan pendidikannya
daripada menjadi anak hits maupun haters.
Ada hal yang harus viewers tahu
tentang kids jaman now. Mungkin juga dialami oleh kids jaman old semacam aku,
tapi aku rasa kids jaman old tidak sebaper ini. Mereka, kids jaman now adalah
anak yang cemburuan dengan akun Instagram temannya yang memiliki followers
lebih banyak dari mereka dan hal itu menjadi bahan cacian atau istilah jaman
now is “bullying”. Mereka saling mencaci di kolom komentar dan beradu argumen. Apakah
Papa dan Mama tak ada waktu untuk mengecek akun sosial media si nakanak
children? It’s soooooo harassing to me. Maybe only me. LoL
Dan apakah Papa dan Mama jaman
now tahu apa yang anak kalian keluhkan tentang kalian? Papa dan Mama seusai
pulang kerja udah capek, diajak ngomong sensian, jadi gampang marah-marah,
bahkan malah sibuk sendiri dengan gadget di tangan sampai lupa untuk ngajak
ngobrol dedek yang kangen dipeluk Papa dan Mama setelah seharian gak ketemu
gara-gara sibuk kerja. Hello World! It’s about your kids. Bagaimana mereka bisa
menjalankan azas kekeluargaan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
dan Pancasila atau Ilmu Pengetahuan Sosial, sedangkan kalian hanya bisa ngobrol
dengan smartphone. Sekali lagi, jangan salahkan kids jaman now!
Untuk para Papa dan Mama jaman
now yang sudah membaca post alay ini, luangkanlah waktu kalian untuk bersenda
gurau dengan anak kalian. Meskipun itu hanya sebentar, hal itulah yang paling
berarti bagi mereka. Luangkan waktu kalian untuk belajar bersama anak, membantu
mereka mengerjakan PR, mengingatkan mata pelajaran untuk besok, dan selalu
memberi semangat kapan pun dan apapun keadaannya. Untuk Papa dan Mama yang sudah
melakukan hal yang aku sebutkan maupun yang lebih dari dari itu, jangan pernah
kalian bosan. Karena hal itulah yang akan selalu anak kalian rindukan ketika
mereka jauh dari kalian.
Untuk para calon Papa dan Mama di
beberapa waktu mendatang, tentu saja aku juga. Jadikanlah ini sebagai pesan
agar kita dapat mendidik calon anak kita kelak menjadi anak yang dapat berpola pikir
dewasa dan mampu mengendalikan emosinya. Semoga kids jaman next period menjadi
orang yang siap dalam menghadapi kemajuan teknologi yang lebih kejam dari jaman
now.
NB: Foto di atas hanyalah sebuah ilustrasi belaka, jangan salah fokus sama masnya yang ganteng. Eh! 😁😁😁

No comments:
Post a Comment