Jangan Salahkan Kids Jaman Now - Here I'am

Here I'am

[Electrical Engineering 2015] [State University of Surabaya] [visit my instagram on www.instagram.com/mhrndiyan]

MAHARANI DIYAN

Saturday, November 25, 2017

Jangan Salahkan Kids Jaman Now

Kembali lagi bersama maharanidiyan666.
Setelah sekian lama aku gak ngunjungi laman ini, sekarang udah kangen lagi. Sebenernya udah lama pengen nulis lagi, tapi situasi dan kondisi yang gak ngedukung buat nulis di blog ini kemarin-kemarin.
Illustrated from Joyoboyo
Curhat section aku buka lagi. Tapi, ini aku nulisin apa yang udah dicurhatin siswaku ke aku. Mungkin ada yang belum tahu kalau aku juga mengais rezeki sebagai guru les privat di salah satu rumah siswa sekolah dasar di Surabaya.
Kenapa aku menuliskan cerita seperti ini lagi? Ya, tentu saja aku prihatin dengan kondisi siswaku yang aku rasa masih butuh dampingan orang tua di setiap kondisinya. Why am I saying about that? Ketahuilah wahai para calon Papa dan Mama maupun yang sudah menjadi Papa dan Mama. Meskipun anak tidak pernah mengungkapkan kesedihan mereka di depan kalian, sesungguhnya mereka sangat bersedih dengan keadaan yang mereka alami. Kesibukan kerja bukan alasan bagi kalian untuk meninggalkan tanggung jawab untuk menemani anak bermain ataupun hanya sekedar bercengkerama di depan tv atau di meja makan. Apalagi kalau si anak berumur 5-12 tahun. Di situlah masa mereka membentuk karakter, mencari jati diri, dan mencari solusi dengan cara yang tepat untuk setiap masalah mereka. Apakah kalian para Papa dan Mama akan membiarkan anak kalian terpuruk dengan kesendiriannya dan menyepelekan masalah yang mereka hadapi?
Jangankan membahas masalah yang mereka hadapi, menemani dan mengajari pelajaran yang dianggap sulit untuk anak saja, kalian mengandalkan guru les privat. It’s a simple problem, Sir. But, a few minutes from you is more important than they are study hard with their private teacher. You must know about it. Jangan salahkan kids jaman now yang ngertinya cuma gimana caranya jadi anak hits. Ini juga tugas Papa dan Mama untuk mendidik anak bagaimana cara mereka memprioritaskan pendidikannya daripada menjadi anak hits maupun haters.
Ada hal yang harus viewers tahu tentang kids jaman now. Mungkin juga dialami oleh kids jaman old semacam aku, tapi aku rasa kids jaman old tidak sebaper ini. Mereka, kids jaman now adalah anak yang cemburuan dengan akun Instagram temannya yang memiliki followers lebih banyak dari mereka dan hal itu menjadi bahan cacian atau istilah jaman now is “bullying”. Mereka saling mencaci di kolom komentar dan beradu argumen. Apakah Papa dan Mama tak ada waktu untuk mengecek akun sosial media si nakanak children? It’s soooooo harassing to me. Maybe only me. LoL
Dan apakah Papa dan Mama jaman now tahu apa yang anak kalian keluhkan tentang kalian? Papa dan Mama seusai pulang kerja udah capek, diajak ngomong sensian, jadi gampang marah-marah, bahkan malah sibuk sendiri dengan gadget di tangan sampai lupa untuk ngajak ngobrol dedek yang kangen dipeluk Papa dan Mama setelah seharian gak ketemu gara-gara sibuk kerja. Hello World! It’s about your kids. Bagaimana mereka bisa menjalankan azas kekeluargaan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila atau Ilmu Pengetahuan Sosial, sedangkan kalian hanya bisa ngobrol dengan smartphone. Sekali lagi, jangan salahkan kids jaman now!
Untuk para Papa dan Mama jaman now yang sudah membaca post alay ini, luangkanlah waktu kalian untuk bersenda gurau dengan anak kalian. Meskipun itu hanya sebentar, hal itulah yang paling berarti bagi mereka. Luangkan waktu kalian untuk belajar bersama anak, membantu mereka mengerjakan PR, mengingatkan mata pelajaran untuk besok, dan selalu memberi semangat kapan pun dan apapun keadaannya. Untuk Papa dan Mama yang sudah melakukan hal yang aku sebutkan maupun yang lebih dari dari itu, jangan pernah kalian bosan. Karena hal itulah yang akan selalu anak kalian rindukan ketika mereka jauh dari kalian.
Untuk para calon Papa dan Mama di beberapa waktu mendatang, tentu saja aku juga. Jadikanlah ini sebagai pesan agar kita dapat mendidik calon anak kita kelak menjadi anak yang dapat berpola pikir dewasa dan mampu mengendalikan emosinya. Semoga kids jaman next period menjadi orang yang siap dalam menghadapi kemajuan teknologi yang lebih kejam dari jaman now.
NB: Foto di atas hanyalah sebuah ilustrasi belaka, jangan salah fokus sama masnya yang ganteng. Eh! 😁😁😁

No comments:

Post a Comment