Ada yang tau apa itu SSCS? Save Street Child Surabaya.
Mungkin sudah banyak yang tahu, karena komunitas ini sudah
berdiri sejak 5 tahun yang lalu. Komunitas yang bekerja di bidang sosial untuk
memberikan pendidikan yang layak untuk para anak jalanan di beberapa sudut di
Surabaya. Salah satunya adalah di Terminal Joyoboyo.
Sebagian besar warga Surabaya pastinya tahu seperti apa
kondisi masyarakat di Terminal Joyoboyo. Rata-rata mata pencaharian warganya
adalah sebagai pengamen, pemulung, bahkan pengemis. Meskipun ada yang memiliki
perekonomian menengah, tetap saja tidak sebanding dengan jumlah warga yang
kurang mampu.
Dengan mata pencaharian seperti itu, banyak anak-anak SD
hingga SMP tidak tamat sekolah karena kurangnya biaya untuk melanjutkan
sekolah. Karena alasan itulah, SSCS berdiri dengan tujuan untuk memajukan
kehidupan bangsa dan meningkatkan taraf pendidikan. Salah satu caranya adalah
memberikan pendidikan harian di sekitar Terminal Joyoboyo untuk anak-anak yang
masih memiliki semangat belajar. Di sisi lain, kami juga berperan sebagai kakak
bagi adik-adik di Terminal Joyoboyo yang mungkin tidak mereka dapatkan di
kehidupan sehari-hari mereka karena sibuk dengan mengais rezeki. Suatu hal yang
wajar apabila mereka merasa ingin disayang dan diperhatikan oleh orang lain
yang masih menganggap mereka ada.
Sebelum aku melanjutkannya, tulisan ini hanyalah sebuah
opini yang aku simpulkan dari apa yang aku lihat di Terminal Joyoboyo. Tulisan
ini tidak bermaksud untuk merendahkan suatu pihak, hanya ingin berbagi
pengalaman saja. Semoga pembaca tidak baper.
![]() |
| KBM di Terminal Joyoboyo |
Masih semangat pemirsahhh??
Seperti biasa, aku ikut mengajar di Joyoboyo setiap Sabtu
sore. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Kami
mengadakan lomba kecil-kecilan yang bisa diikuti oleh anak-anak Joyoboyo. Tentu
saja kegiatan ini disambut gembira oleh mereka. Canda tawa, kegembiraan
bersama, suatu hal yang membuatku lega ketika melihatnya. Entah kalian percaya
atau tidak, ada faktor xyz (red;kepekaan batin) yang membuat jengahku sesaat
hilang ketika bertemu mereka setiap minggunya. Sesuatu yang tidak bisa
digambarkan dan diungkapkan dengan kata-kata.
Tapi, ada satu hal yang membuatku sempat tidak percaya dan
heran. Di sana aku bertemu dengan seorang bapak paruh baya, sebut saja Pak Oke.
Beliau berasal dari luar kota Surabaya dan bekerja di sini sebagai pemulung.
Bukan hal ini yang membuatku heran, melainkan beliau memiliki seorang anak yang
melanjutkan jenjang perkuliahan di salah satu PT di Surabaya, sebut saja
Universitas Keren.
Ada hal yang membuatku bertanya-tanya, bagaimana bisa dengan
pekerjaan itu akan mendapatkan upah yang besar sedangkan biaya hidup di
Surabaya bisa dibilang mahal. Bukan bermaksud untuk merendahkan suatu
pekerjaan, memang benar apa kata orang-orang. Selama pekerjaan itu halal dan
tetap bersyukur, rezeki akan tetap mengalir untuk kita. Kepercayaan itulah yang
membuat Pak Oke terus melanjutkan mata pencahariannya sebagai pemulung.
Beliau juga bercerita, anaknya yang kuliah di Universitas
Keren itu pun tidak pernah tahu bahwa Pak Oke tinggal di Surabaya dan bekerja
sebagai pemulung. Suatu hal yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang ayah
agar anaknya tidak sedih dan tidak merasa menyesal karena telah membuat Pak Oke
bekerja banting tulang demi mewujudkan cita-cita anaknya untuk berkuliah. Pak
Oke rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal agar anaknya tetap bisa
menjalankan kuliahnya hingga lulus.
Tidak tanggung-tanggung, Pak Oke selalu memberikan uang
bulanan kepada anaknya sebanyak 2juta. Nominal yang aku rasa tidak sedikit jika
diingat-ingat lagi bahwa Pak Oke bermata pencaharian yang aku rasa tidak
bergaji tetap. Apalagi jika dipikirkan juga bagaimana Pak Oke mencukupi
kebutuhannya sendiri di Surabaya. Terlalu pribadi memang jika aku menanyakan hal
itu, jadi aku mengurungkan niatku untuk bertanya tentang kehidupannya.
Banyak hal yang sebenarnya Beliau ceritakan, tapi menurutku prinsip
hidup yang Beliau jalankan patut untuk ditiru. Serendah apapun pekerjaan kita,
apabila kita menjalankankan dengan sepenuh hati dan dengan cara yang benar,
semua rezeki akan mengalir dengan sendirinya untuk kita. Sesungguhnya anak
adalah titipan Tuhan YME, sebaik-baiknya orang tua adalah mereka yang bekerja
keras demi masa depan anaknya. Menjadi apapun nanti anak mereka, mereka yang
telah berjuang mati-matian untuk anaknya akan mendapatkan barokah yang besar.
Aamiin yaa robbal alamiin.
Cukup di sini dulu ceritaku hari ini. Di lain hari akan ada
carita yang lebih menarik lagi untuk para viewers. Selamat menikmati hari-hari
kalian. Bagi para pencari rezeki, ingatlah. Sebaik-baiknya pekerjaan adalah
pekerjaan yang menghasilkan rezeki yang halal.


No comments:
Post a Comment