Bapak, Pahlawan Super Untuk Anak - Here I'am

Here I'am

[Electrical Engineering 2015] [State University of Surabaya] [visit my instagram on www.instagram.com/mhrndiyan]

MAHARANI DIYAN

Sunday, September 10, 2017

Bapak, Pahlawan Super Untuk Anak

Ada yang tau apa itu SSCS? Save Street Child Surabaya.

Mungkin sudah banyak yang tahu, karena komunitas ini sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu. Komunitas yang bekerja di bidang sosial untuk memberikan pendidikan yang layak untuk para anak jalanan di beberapa sudut di Surabaya. Salah satunya adalah di Terminal Joyoboyo.

Sebagian besar warga Surabaya pastinya tahu seperti apa kondisi masyarakat di Terminal Joyoboyo. Rata-rata mata pencaharian warganya adalah sebagai pengamen, pemulung, bahkan pengemis. Meskipun ada yang memiliki perekonomian menengah, tetap saja tidak sebanding dengan jumlah warga yang kurang mampu.

Dengan mata pencaharian seperti itu, banyak anak-anak SD hingga SMP tidak tamat sekolah karena kurangnya biaya untuk melanjutkan sekolah. Karena alasan itulah, SSCS berdiri dengan tujuan untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan taraf pendidikan. Salah satu caranya adalah memberikan pendidikan harian di sekitar Terminal Joyoboyo untuk anak-anak yang masih memiliki semangat belajar. Di sisi lain, kami juga berperan sebagai kakak bagi adik-adik di Terminal Joyoboyo yang mungkin tidak mereka dapatkan di kehidupan sehari-hari mereka karena sibuk dengan mengais rezeki. Suatu hal yang wajar apabila mereka merasa ingin disayang dan diperhatikan oleh orang lain yang masih menganggap mereka ada.

Sebelum aku melanjutkannya, tulisan ini hanyalah sebuah opini yang aku simpulkan dari apa yang aku lihat di Terminal Joyoboyo. Tulisan ini tidak bermaksud untuk merendahkan suatu pihak, hanya ingin berbagi pengalaman saja. Semoga pembaca tidak baper.

KBM di Terminal Joyoboyo
Masih semangat pemirsahhh??
Seperti biasa, aku ikut mengajar di Joyoboyo setiap Sabtu sore. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Kami mengadakan lomba kecil-kecilan yang bisa diikuti oleh anak-anak Joyoboyo. Tentu saja kegiatan ini disambut gembira oleh mereka. Canda tawa, kegembiraan bersama, suatu hal yang membuatku lega ketika melihatnya. Entah kalian percaya atau tidak, ada faktor xyz (red;kepekaan batin) yang membuat jengahku sesaat hilang ketika bertemu mereka setiap minggunya. Sesuatu yang tidak bisa digambarkan dan diungkapkan dengan kata-kata.

Tapi, ada satu hal yang membuatku sempat tidak percaya dan heran. Di sana aku bertemu dengan seorang bapak paruh baya, sebut saja Pak Oke. Beliau berasal dari luar kota Surabaya dan bekerja di sini sebagai pemulung. Bukan hal ini yang membuatku heran, melainkan beliau memiliki seorang anak yang melanjutkan jenjang perkuliahan di salah satu PT di Surabaya, sebut saja Universitas Keren.

Ada hal yang membuatku bertanya-tanya, bagaimana bisa dengan pekerjaan itu akan mendapatkan upah yang besar sedangkan biaya hidup di Surabaya bisa dibilang mahal. Bukan bermaksud untuk merendahkan suatu pekerjaan, memang benar apa kata orang-orang. Selama pekerjaan itu halal dan tetap bersyukur, rezeki akan tetap mengalir untuk kita. Kepercayaan itulah yang membuat Pak Oke terus melanjutkan mata pencahariannya sebagai pemulung.

Beliau juga bercerita, anaknya yang kuliah di Universitas Keren itu pun tidak pernah tahu bahwa Pak Oke tinggal di Surabaya dan bekerja sebagai pemulung. Suatu hal yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang ayah agar anaknya tidak sedih dan tidak merasa menyesal karena telah membuat Pak Oke bekerja banting tulang demi mewujudkan cita-cita anaknya untuk berkuliah. Pak Oke rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal agar anaknya tetap bisa menjalankan kuliahnya hingga lulus.

Tidak tanggung-tanggung, Pak Oke selalu memberikan uang bulanan kepada anaknya sebanyak 2juta. Nominal yang aku rasa tidak sedikit jika diingat-ingat lagi bahwa Pak Oke bermata pencaharian yang aku rasa tidak bergaji tetap. Apalagi jika dipikirkan juga bagaimana Pak Oke mencukupi kebutuhannya sendiri di Surabaya. Terlalu pribadi memang jika aku menanyakan hal itu, jadi aku mengurungkan niatku untuk bertanya tentang kehidupannya.

Banyak hal yang sebenarnya Beliau ceritakan, tapi menurutku prinsip hidup yang Beliau jalankan patut untuk ditiru. Serendah apapun pekerjaan kita, apabila kita menjalankankan dengan sepenuh hati dan dengan cara yang benar, semua rezeki akan mengalir dengan sendirinya untuk kita. Sesungguhnya anak adalah titipan Tuhan YME, sebaik-baiknya orang tua adalah mereka yang bekerja keras demi masa depan anaknya. Menjadi apapun nanti anak mereka, mereka yang telah berjuang mati-matian untuk anaknya akan mendapatkan barokah yang besar. Aamiin yaa robbal alamiin.


Cukup di sini dulu ceritaku hari ini. Di lain hari akan ada carita yang lebih menarik lagi untuk para viewers. Selamat menikmati hari-hari kalian. Bagi para pencari rezeki, ingatlah. Sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang menghasilkan rezeki yang halal.

No comments:

Post a Comment