![]() |
| Fungsionaris Formasta 2017 regional UNESA |
Postingan terbaru kali ini, aku akan membahas tentang ORMADA
yang saat ini aku ikuti. Apaan tuh? Sebelum aku memulai pembahasan, aku pengen
curhat singkat dulu ya.
Sebagian orang masih asing dengan organisasi mahasiswa
daerah. Di kampusku, organisasi seperti ini sering disebut dengan ORMADA. Orang-orang
selalu bertanya, ngapain sih kerjaannya
ORMADA itu? Apa pentingnya ORMADA? Bukan hanya sekali, dua kali, bahkan
berkali-kali aku mendapatkan pertanyaan seperti itu. Terlebih lagi aku
meninggalkan ORMAWA (red:kayaknya gak perlu disebutin) yang sebelumnya aku
ikuti demi membantu kawan-kawanku di ORMADA.
Kalau di logika, memang hal yang aneh ketika aku beralasan
tidak bisa membagi waktu untuk ORMADA dan ORMAWA. Tapi apalah daya diri ini,
memang adanya begini. Ketika aku masih aktif di ORMAWA, aku selalu
mengesampingkan ORMADA. Padahal sudah jelas aku adalah anggota aktifnya. Ketika
aku mencoba untuk menjalani keduanya, justru aku menjadi fokus di salah satu
tempat. Inilah hal yang membuatku menjadi tidak professional ketika di
organisasi. Mau tidak mau, aku menjadi lebih fokus ke ORMAWA. Tapi, untuk
periode kali ini aku memilih untuk mengikuti ORMADA. Meskipun banyak yang tidak
percaya sebelumnya dengan keputusanku, tapi aku tetap menjalaninya.
Mungkin banyak yang belum tahu kalau aku ini juga anak
perantauan, jauh dari orang tua, hidup terasingkan, bersusah payah untuk
beradaptasi dengan kehidupan ibukota, tepatnya di Surabaya. Ya, perjalanan anak
perantauan selalu seperti itu. Jika kamu masih berada di tempat kelahiranmu,
merantaulah! Karena sesungguhnya, ilmu yang akan kamu dapatkan semakin luas dan
peluang jodoh akan semakin banyak. Waduh!!!!
Aku lahir di Tulungagung, kota kecil di Jawa Timur dengan
berjuta penampang alam yang indah. Bagaimana tidak indah, setiap pesisir pantai
memiliki shoot yang keren sebagai tema preweding. Kekayaan alam juga melimpah,
batu marmer ada di sepanjang Kecamatan Campurdarat sebagai hiasan, keramik,
meubel, dan banyak lagi. Banyak hal yang bisa dibanggakan jika berada di
Tulungagung.
Semakin banyaknya mahasiswa Tulungagung yang berkuliah di
Surabaya, membuat mereka ingin memiliki link yang banyak sebagai sesama anak
Tulungagung. Maka dibentuklah sebuah forum atau sekarang telah menjadi
organisasi yang bernama FORMASTA. Nama yang keren, kan? Forum Mahasiswa
Tulungagung Se-Surabaya. Dengan perjalanan yang sudah ditempuh lebih dari 7
tahun. Semakin banyak lagi orang yang mengenal apa itu FORMASTA. Jika ada yang
bertanya aku asli dari daerah mana, mereka akan tahu bahwa Tulungagung memiliki
FORMASTA.
Lalu apa yang aku lakukan di sini?
Pertanyaan yang sempat membuatku bingung, karena sebelumnya
aku hampir tidak pernah berkontribusi untuknya. Jangan samakan ORMADA juga akan
memiliki program kerja (red: proker) yang sama seperti ORMAWA di kampus. Mungkin
ada yang berpikir para mahasiswa baru yang dikumpulkan akan diminta untuk
berbusana ala-ala ospek masa lalu. Wkwkwkwk. Bangunlah, kita hidup di era
milenial, masa-masa seperti itu sebenarnya sudah terhapuskan sejak lama. Tapi tetap
saja ada oknum yang melakukan hal seperti itu. Mungkin para oknum itu perlu di
eta terangkanlah.
Hiji..duaa..hiji dua tilu
Terangkanlah..
Eta terangkanlaaaaah…
ORMADA adalah tempat dimana kita berkumpul dengan
kawan-kawan serumpun kita. Tentulah, jika aku berasal dari Tulungagung aku akan
berkumpul dengan mereka yang juga dari Tulungagung ujung mana pun. Di sini kita
tidak pernah melakukan aktivitas yang mendiskriminasi, maksudku adalah
aktivitas yang terlalu banyak membuang tenaga, waktu, dan duit. Mahasiswa menjadi
merasa miskin duit ketika mereka menghadapi banyaknya tuntutan di kegiatan semacam
osjur atau apalah itu. Ketika nama “pengenalan kampus” menjadi suatu hal yang tidak
disukai beberapa mahasiswa di kampus yang masih primitif. Ya, aku rasa banyak
yang sudah paham dengan apa yang aku maksud.
Jujur saja, menurutku FORMASTA masih belum berkembang pesat
seperti beberapa ormada yang lain. Kami masih merintis proker yang sama dari
tahun ke tahun dengan sedikit adanya tampilan perubahan. Aku rasa itu hal yang
wajar, karena tidak mungkin kami membuat proker yang besar namun masih sedikit
peminatnya karena belum banyak orang yang mengenal kami. Kami memiliki banyak
kegiatan rutin yang dilakukan, seperti diskusi rutin, welcome party setiap
tahun ajaran baru, lomba futsal,dan tentunya hal yang paling penting dari
organisasi ini adalah pengabdian ke daerah asal. Pengabdian yang kami lakukan
adalah menuju daerah pelosok di Tulungagung yang masih kurang maju dibandingkan
wilayah lain. Di sana kami melakukan pendekatan sosial dengan masyarakat dan
juga melakukan pendidikan kepada siwa-siswanya.
Banyak hal ingin aku ceritakan, tapi ini masih part 1. Kalau
ada yang masih penasaran dengan kelanjutannya, terus pantengin blog ini yaaa. Sesi
pertama masih tentang gambaran besar dan liku-liku kehidupan. Sesi kedua, akan
lebih intens lagi pembahasannya. Terimakasih kepada pembaca yang masih
berminat. Dari mana pun daerah asal kita, semoga selalu bermanfaat.

No comments:
Post a Comment