PART 1: FORMASTA. Kita Awali Dan Kita Bisa - Here I'am

Here I'am

[Electrical Engineering 2015] [State University of Surabaya] [visit my instagram on www.instagram.com/mhrndiyan]

MAHARANI DIYAN

Tuesday, August 29, 2017

PART 1: FORMASTA. Kita Awali Dan Kita Bisa

Fungsionaris Formasta 2017 regional UNESA
Postingan terbaru kali ini, aku akan membahas tentang ORMADA yang saat ini aku ikuti. Apaan tuh? Sebelum aku memulai pembahasan, aku pengen curhat singkat dulu ya.

Sebagian orang masih asing dengan organisasi mahasiswa daerah. Di kampusku, organisasi seperti ini sering disebut dengan ORMADA. Orang-orang selalu bertanya, ngapain sih kerjaannya ORMADA itu? Apa pentingnya ORMADA? Bukan hanya sekali, dua kali, bahkan berkali-kali aku mendapatkan pertanyaan seperti itu. Terlebih lagi aku meninggalkan ORMAWA (red:kayaknya gak perlu disebutin) yang sebelumnya aku ikuti demi membantu kawan-kawanku di ORMADA.

Kalau di logika, memang hal yang aneh ketika aku beralasan tidak bisa membagi waktu untuk ORMADA dan ORMAWA. Tapi apalah daya diri ini, memang adanya begini. Ketika aku masih aktif di ORMAWA, aku selalu mengesampingkan ORMADA. Padahal sudah jelas aku adalah anggota aktifnya. Ketika aku mencoba untuk menjalani keduanya, justru aku menjadi fokus di salah satu tempat. Inilah hal yang membuatku menjadi tidak professional ketika di organisasi. Mau tidak mau, aku menjadi lebih fokus ke ORMAWA. Tapi, untuk periode kali ini aku memilih untuk mengikuti ORMADA. Meskipun banyak yang tidak percaya sebelumnya dengan keputusanku, tapi aku tetap menjalaninya.

Mungkin banyak yang belum tahu kalau aku ini juga anak perantauan, jauh dari orang tua, hidup terasingkan, bersusah payah untuk beradaptasi dengan kehidupan ibukota, tepatnya di Surabaya. Ya, perjalanan anak perantauan selalu seperti itu. Jika kamu masih berada di tempat kelahiranmu, merantaulah! Karena sesungguhnya, ilmu yang akan kamu dapatkan semakin luas dan peluang jodoh akan semakin banyak. Waduh!!!!

Aku lahir di Tulungagung, kota kecil di Jawa Timur dengan berjuta penampang alam yang indah. Bagaimana tidak indah, setiap pesisir pantai memiliki shoot yang keren sebagai tema preweding. Kekayaan alam juga melimpah, batu marmer ada di sepanjang Kecamatan Campurdarat sebagai hiasan, keramik, meubel, dan banyak lagi. Banyak hal yang bisa dibanggakan jika berada di Tulungagung.

Semakin banyaknya mahasiswa Tulungagung yang berkuliah di Surabaya, membuat mereka ingin memiliki link yang banyak sebagai sesama anak Tulungagung. Maka dibentuklah sebuah forum atau sekarang telah menjadi organisasi yang bernama FORMASTA. Nama yang keren, kan? Forum Mahasiswa Tulungagung Se-Surabaya. Dengan perjalanan yang sudah ditempuh lebih dari 7 tahun. Semakin banyak lagi orang yang mengenal apa itu FORMASTA. Jika ada yang bertanya aku asli dari daerah mana, mereka akan tahu bahwa Tulungagung memiliki FORMASTA.
Lalu apa yang aku lakukan di sini?
Pertanyaan yang sempat membuatku bingung, karena sebelumnya aku hampir tidak pernah berkontribusi untuknya. Jangan samakan ORMADA juga akan memiliki program kerja (red: proker) yang sama seperti ORMAWA di kampus. Mungkin ada yang berpikir para mahasiswa baru yang dikumpulkan akan diminta untuk berbusana ala-ala ospek masa lalu. Wkwkwkwk. Bangunlah, kita hidup di era milenial, masa-masa seperti itu sebenarnya sudah terhapuskan sejak lama. Tapi tetap saja ada oknum yang melakukan hal seperti itu. Mungkin para oknum itu perlu di eta terangkanlah.
Hiji..duaa..hiji dua tilu
Terangkanlah..
Eta terangkanlaaaaah…

ORMADA adalah tempat dimana kita berkumpul dengan kawan-kawan serumpun kita. Tentulah, jika aku berasal dari Tulungagung aku akan berkumpul dengan mereka yang juga dari Tulungagung ujung mana pun. Di sini kita tidak pernah melakukan aktivitas yang mendiskriminasi, maksudku adalah aktivitas yang terlalu banyak membuang tenaga, waktu, dan duit. Mahasiswa menjadi merasa miskin duit ketika mereka menghadapi banyaknya tuntutan di kegiatan semacam osjur atau apalah itu. Ketika nama “pengenalan kampus” menjadi suatu hal yang tidak disukai beberapa mahasiswa di kampus yang masih primitif. Ya, aku rasa banyak yang sudah paham dengan apa yang aku maksud.

Jujur saja, menurutku FORMASTA masih belum berkembang pesat seperti beberapa ormada yang lain. Kami masih merintis proker yang sama dari tahun ke tahun dengan sedikit adanya tampilan perubahan. Aku rasa itu hal yang wajar, karena tidak mungkin kami membuat proker yang besar namun masih sedikit peminatnya karena belum banyak orang yang mengenal kami. Kami memiliki banyak kegiatan rutin yang dilakukan, seperti diskusi rutin, welcome party setiap tahun ajaran baru, lomba futsal,dan tentunya hal yang paling penting dari organisasi ini adalah pengabdian ke daerah asal. Pengabdian yang kami lakukan adalah menuju daerah pelosok di Tulungagung yang masih kurang maju dibandingkan wilayah lain. Di sana kami melakukan pendekatan sosial dengan masyarakat dan juga melakukan pendidikan kepada siwa-siswanya.


Banyak hal ingin aku ceritakan, tapi ini masih part 1. Kalau ada yang masih penasaran dengan kelanjutannya, terus pantengin blog ini yaaa. Sesi pertama masih tentang gambaran besar dan liku-liku kehidupan. Sesi kedua, akan lebih intens lagi pembahasannya. Terimakasih kepada pembaca yang masih berminat. Dari mana pun daerah asal kita, semoga selalu bermanfaat.

No comments:

Post a Comment